Koran Joglosemar
Selasa, 1 Maret 2011
KLATEN-Penerapan pendidikan kewarganegaraan tidak boleh hanya sebatas pembelajaran teori. Nilai-nilai demokrasi di dalamnya perlu dipahami dan diterapkan oleh generasi muda. Hal itu terungkap dalam workshop yang diprakarsai Paguyuban Klaten Madani kepada guru-guru pengajar kewarganegaraan di Gedung Pertemuan SMK N 3 Klaten, Senin (28/2).
Sekretaris II Paguyuban Klaten Madani, Galata Conda Prihastanto di sela-sela acara mengatakan, sistem demokrasi yang dianut oleh Bangsa Indonesia memang diajarkan di bangku sekolah. Namun hal itu dinilai sebatas teori, bahkan para pelajar cenderung menganggapnya sebagai pelajaran menjemukan. “Guru-guru pengajar kewarganegaraan mengatakan anak didiknya kurang memperhatikan pelajaran itu. Padahal nilai demokrasi bangsa ada di dalamnya.”jelasnya, Senin(28/2). Workshop yang bertujuan merumuskan carra terbaik membuat nilai demokrasi bagi generasi muda itu diikuti 75 guru SMA dan SMK pengajar kewarganegaraan, dengan pembicara Dr. Tri Nugroho, dosen Ilmu Komunikasi STPMD”APMD” Jogjakarta. ( Abdul Alim)
75 Guru SMA Ikuti Workshop
Advertisement