Promosi Doktor Waluyo
Posted by admin on 2010-09-23 14:10:40
http://www.ui.ac.id/id/news/archive/4612
Waluyo (54), Direktur General Affair PT. Pertamina (Persero) berhasil meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Manajemen Program Pasca Sarjana Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (PPIM FEUI), dengan predikat “sangat memuaskan”, setelah berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan para penguji pada sidang Terbuka Senat UI yang dipimpin Dekan FEUI Prof. Firmanzah, Ph.D pada Selasa (21/09) di Kampus Depok. Tampak hadir Direktur SDM PT. Pertamina Rukmi Hadihartini, mantan Deputi KPK Syahrudin R, Wakil Rektor UI Sunardji SE, MM dan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.
Disertasi yang diajukan berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Sistem Whistle-Blowing Internal dan Dampaknya Terhadap Fraud dan Sistem Kontrol Organisasi Hirarkis”. Bertindak sebagai Promotor Prof. Wahjudi Prakarsa, Ph.D dengan ko-promotor Prof. Firmanzah, Ph.D dan Avanti Fontana, Ph.D. Para penguji terdiri atas Ruslan Prijadi, Ph.D; Dr. Adi Zakaria Afiff; Dr. Haryono Umar; Dr. Irwan Hadi Ekaputra dan Dr. Setyo Hari Wijanto. Studinya ini memfokuskan diri tentang skandal korporasi dan perilaku curang di dalam organisasi yang masih saja terjadi. Nilainya dari waktu ke waktu semakin besar sehingga merugikan stakeholder. Perilaku curang dan korupsi menurunkan daya saing perusahaan, serta dapat menyebabkan bangkrutnya sebuah korporasi. Dalam studinya ini, ada delapan perusahaan di Indonesia (asing, swasta dan BUMN) yang dijadikan penelitiannya.
Unit analisis yang digunakan departemen, cabang, dan strategic business unit pada perusahaan. Populasi dalam penelitian ini antara lain: Direktorat, Bagian dan Departemen pada perusahaan tersebut, dengan mengambil 566 sampel. Pengujian dilakukan dua tahap, yaitu tahap Analisis Model Pengukuran (Measurement Model) dan tahap Analisis Model Struktural (Structural Model). Hasil penelitian menunjukkan, sistem whistle-blowing internal memperkuat kontrol organisasi hierarkis dan menurunkan fraud. Variabel yang mempengaruhi efektivitas sistem whistle-blowing adalah pelatihan dan komunikasi, kepemimpinan transformasional dan dukungan manajemen tingkat atas.
Waluyo Kelahiran Klaten 16 Desember 1956 menjabat Director of General Affairs PT. Pertamina Persero sejak Februari 2009. Memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia minyak dan gas, baik di perusahaan nasional maupun internasional. Selama empat tahun (2004 – 2008) berkiprah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menempuh pendidikan Sekolah Teknik Menengah kemudian meneruskan pendidikan S1 pada Fakultas Teknik Mesin Universitas Trisakti dan meraih Master dalam Bidang Bisnis Administrasi dari Program Bisnis Prasetya Mulya. Sejak lulus STM sudah bekerja di pengeboran lepas pantai mulai dari karir yang paling bawah. Menikah dengan Henny Listyorini dikaruniai dua anak, Redha Bhawika Putra dan Gema Paramesti Putri. (WND/MRR)