Kiprah Kak Seto, Pembina PKM

Setelah 40 Tahun Pengabdian Kak Seto…
Kompas, Sabtu, 3 April 2010 | 04:38 WIB
Dunia anak-anak tak bisa dipisahkan dari hidup Seto Mulyadi (58) atau yang lebih dikenal Kak Seto. Pada 4 April nanti, pengabdian Kak Seto—yang jatuh cinta pada dunia anak-anak saat bergabung dengan Bapak dan Ibu Kasur— memasuki tahun ke-40.
Kesetiaan Kak Seto dengan pilihan hidupnya itu menggugah hati para sahabat. Secara spontan, para sahabat mempersembahkan sebuah program ”40 Tahun Pengabdian Kak Seto di Dunia Anak” pada 2-4 April di Grand Indonesia Shopping Town di Jakarta.
”Tidak berlebihan rasanya bila kami ingin sedikit memberikan apresiasi kepada Kak Seto yang telah mengabdikan hidupnya bagi kepentingan anak di Indonesia dalam bentuk sebuah acara,” kata Minar Tarida L Tobing, salah satu sahabat yang menjadi Ketua Panitia 40 Tahun Pengabdian Kak Seto di Dunia Anak.
Pembukaan acara yang didedikasikan untuk Kak Seto pada Jumat (2/4) dimulai dengan menghadirkan tokoh boneka Si Komo, buah cipta Kak Seto yang pernah akrab dengan anak-anak Indonesia lewat layar kaca TPI tahun 1992. Lagu-lagu anak ciptaan Kak Seto yang sarat unsur edukatif berkumandang riang dari suara anak-anak yang ikut lomba paduan suara.
Kak Seto bersama keluarga datang untuk bergabung di atas panggung bersama anak-anak taman kanak-kanak. Keakraban Kak Seto dengan anak-anak pun sangat terasa alami.
Kak Seto dengan wajah yang selalu tersenyum tak pernah menolak anak-anak dan orang dewasa yang ingin bersalaman, berfoto, hingga berbincang-bincang. Kak Seto terasa familiar bagi semua orang.
”Saya senang dengan kejutan ini. Saya diingatkan sudah 40 tahun di dunia ini. Saya merasa ingin juga memberikan penghargaan kepada senior dan yunior saya yang juga setia memerhatikan dunia anak,” ujar Kak Seto.
Pada puncak peringatan, Kak Seto memberikan penghargaan kepada sejumlah pencinta dunia anak. Bagi tokoh muda, apresiasi itu sebagai dukungan untuk lahirnya penerus-penerus Kak Seto.
Soal tokoh boneka komodo alias Si Komo, Kak Seto gembira karena akan kembali hadir di layar kaca. Lewat Si Komo, Kak Seto berharap menghadirkan tokoh yang bisa mengajarkan anak-anak soal nasionalisme dan unsur pendidikan lainnya.
Dalam perjalanan pengabdiannya, Kak Seto selalu menampilkan sesuatu yang segar dan berguna bagi perkembangan dunia anak di Tanah Air. Pada sepuluh tahun pertama, Kak Seto, antara lain, menggagas pendirian Istana Anak-anak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan mengasuh acara Aneka Ria Anak di TVRI.
Pada sepuluh tahun kedua, ia mendirikan Yayasan Nakula-Sadewa (anak kembar) dan menciptakan tokoh Si Komo. Di dekade ketiga dan keempat, Kak Seto memopulerkan tokoh Komo, lalu memimpin Komisi nasional Perlindungan Anak dan menangani berbagai kasus pelanggaran anak.
Setelah 40 tahun? ”Saya akan tetap memperjuangkan perlindungan anak,” kata Kak Seto.(ELN)

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.