1 tahun perjalanan PKM

Ragam Kegiatan
1. Syawalan 2008
Dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2008. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jateng, dan Bupati Klaten bersama 300an warga Klaten di Jabotabek. Dalam acara ini Ketua Umum PKM menyerahkan bantuan buku secara simbolis kepada Bupati untuk menambah koleksi buku Perpustakaan Klaten.
2. Pembuatan Sumur Resapan
Untuk mengatasi ancaman kekeringan yang melanda wilayah Klaten, PKM bersama Pemda membangun sumur resapan. Sumur resapan ini bertujuan untuk meningkatkan cadangan air tanah dengan menampung air hujan sehingga dapat menghidupkan mata air yang telah mati. Sampai saat ini sumur resapan sudah dibangun di Kepurun (Manisrenggo), Duwet ( Ngawen), dan Kajen (Ceper)
3. Pelatihan Calon Anggota DPRD Klaten
PKM berkerjasama dengan Friedrich Naumann Stiftung (FNS) mengadakan pelatihan untuk peningkatan kualitas kampanye dan kapasitas caleg pada tanggal 24-25 November 2008 di Klaten. Pelatihan ini dibuka dengan materi utama “ Delik-delik Korupsi” oleh Deputi Pencegahan KPK, dan diikuti oleh 35 caleg dari 18 partai politik.
4. Refleksi Akhir Tahun : Klaten Kita ?
Pada tanggal 30 Desember 2008 PKM mengundang beberapa pihak untuk melakukan refleksi bersama tentang perjalanan Klaten selama tahun 2008. Ada beberapa rekomendasi
yang muncul dalam refleksi ini, seperti : pembenahan sistem evaluasi indikator keberhasilan program bantuan bergulir dari pemerintah. Selama ini bantuan bergulir dinilai berhasil dilihat dari aspek distribusi saja, tidak ada program pendampingan kepada masyarakat dalam penggunaan bantuan tersebut.
Selain itu, muncul refleksi dari peserta bahwa Gempa tidak hanya merobohkan bangunan fisik, tetapi juga semangat keperwiraan warga Klaten. Warga senang mendapat status miskin untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Untuk itu perlu ada upaya daalam bingkai budaya masyarakat Klaten untuk mengembalikaan keperwiraan warga, seperti: malu menerima bantuan gratis.
5.Pelatihan Mahasiswa Klaten
Salah satu bentuk kepedulian dalam meningkatkan kualitas generasi muda Klaten maka PKM mengadakan pelatihan “Kiat-Kiat dalam Wawancara Kerja” untuk mahasiswa Klaten pada tanggal 21 Pebruari 2009 di Gedung Pemda. Pelatihan ini merupakan kerjasama PKM dengan Balairung ( Paguyuban Mahasiswa Klaten di UGM) dan Coklat ( Paguyuban Mahasiswa Klaten di UNS, diikuti oleh 148 mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Jateng dan DIY.
6. Sarasehan Orang Muda Klaten
Partisipasi politik orang muda sangat penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan berkualitas. Untuk itu PKM bekerjasama dengan FNS mengadakan sarasehan “ Orang Muda Klaten dan Pemilu 2009” pada tanggal 14-15 Mei 2009 di Kaliurang. Acara ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, karyawan, dan wirausahawan muda.
7. Balai Latihan Kerja
Sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Klaten maka PKM membangun sebuah Balai Latihan Kerja di desa Belangwetan. Pembangunan ini bekerjasama dengan Kadin Klaten dan Sanggar Lima Benua, dengan pendanaan dari Bapak Gabriel Tri Swastono.
BLK diresmikan pada tanggal 23 September 2009 oleh Ketua Umum PKM dan akan digunakan untuk berbagai pelatihan sehingga meningkatkan ketrampilan tenaga kerja Klaten untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja di luar maupun di dalam Klaten.

Diatas adalah beberapa kegiatan PKM selama satu tahun ini. Selain itu, untuk menjalin komunikasi rutin dan berbagi gagasan antar pengurus dan angggota, PKM selalu mengadakan pertemuan di rumah anggota secara bergantian. Bagi yang bersedia menjadi tuan rumah, silakan menghubungi pengurus PKM.

Rencana ke depan

Dari refleksi perjalanan selama satu tahun ini dan keinginan untuk berbuat lebih bagi masyakarat Klaten maka PKM merencanakan beberapa kegiatan ke depan, seperti :
1.Melanjutkan pembangunan sumur resapan khususnya di kecamatan-kecamatan yang sudah dilanda kekeringan
2.Mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi anggota DPRD dalam melaksanakan fungsinya sebagai wakil rakyat Klaten
3.Mengadakan berbagai pelatihan di BLK untuk menumbuhkan tenaga kerja trampil dan wirausaha-wirausaha baru di Klaten.
4.Bekerjasama dengan Pemda melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam menggunakan bantuan bergulir dari pemerintah
5.Mengadakan bursa kerja untuk menyalurkan tenaga kerja Klaten.

Demikian beberapa rencana kegiatan PKM ke depan. Partisipasi dalam berbagai bentuk dari anggota sangat diharapkan untuk kesuksesan rencana ini. Donasi dalam disalurkan ke PKM melalui rekening atas nama :
Kasminto ( Bendahara PKM)
Bank Mandiri KCP Pramuka
No rek : 006-00-0605307-2

Matur Nuwun,
Jakarta, 19 Oktober 2009

Pengurus PKM

Leave a comment »

Refleksi Akhir Tahun : Klaten Kita ?

Bersama ini saya sampaikan bahwa pada tanggal 30 Desember 2008 pukul 14.00 – 17.00 PKM mengadakan Refleksi Akhir Tahun; Klaten Kita? di Executive Room Rumah Makan Murah Meriah Klaten. Peserta acara tersebut berjumlah 28 orang dari berbagai kalangan, antara lain : Pengurus PKM, Birokrat, Pengusaha, Tokoh Masyarakat, Paguyuban Warga, Karang Taruna, Komunitas Mahasiswa Klaten di beberapa kampus (UNS, UGM, Unair, IPB), dan Media Massa ( Solopos, Joglosemar, Koran Radar Solo, Kedaulatan Rakyat, TV Borobudur, Radio Elshinta)

Pak Susmanto mewakili PKM memberikan pemaparan awal sebagai landasan acara refleksi tersebut ( materi terlampir), dilanjutkan dengan tanggapan peserta, sebagai berikut: Pak Sriwinoto (Plt Asisten I Bupati, bagian Tata Praja), Pak Sri Agung (Tokoh Masyarakat Desa Pacing, Wedi), Nanang (alumni Keluarga Mahasiswa Klaten di IPB), H. Djazuli ( Ketua FKUB Klaten), Pak Gito (Ketua Paguyuban Sido Tentrem), Mas Otto Saksono (Ketua Kadin Klaten), dan Maria (Karang Taruna Desa Trunuh, Klaten Selatan).

Berdasarkan refleksi peserta tentang perjalanan Klaten selama ini, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih, seperti :
1. Seperti yang dituturkan oleh Pak Sriwinoto bahwa selama ini Pemda menilai keberhasilan bantuan bergulir kepada masyarakat (bantuan sapi atau kambing) hanya pada aspek penyaluran saja, tidak ada pendampinganya selanjutnya “bagaimana bantuannya tersebut dapat dikembangkan untuk kepentingan warga dan masyarakat”. Untuk itu ke depan harus ada pembenahan sistem penilaian dan pendampingan terhadap program-program bantuan kepada warga
2. Seperti yang dituturkan Pak Sri Agung bahwa gempa telah meruntuhkan semangat keperwiraan warga Klaten, selain merobohkan bangunan fisik. Sekarang sebagian besar warga senang dianggap miskin supaya dapat bantuan dari pemerintah. Untuk itu harus ada upaya-upaya dalam bingkai budaya Klaten untuk mengembalikaan rasa keperwiraan warga Klaten, seperti :malu menerima bantuan secara gratis”
3. Seperti yang dituturkan oleh Nanang bahwa sebenarnya dia mau kembali dan membangun Klaten setelah selesai kuliah. Tetapi dia bingung mau melakukan apa di Klaten padahal banyak hasil penelitian IPB yang dapat dikembangkan di Klaten. Disini ada permasalahan komunikasi antara warga dan pemda, PKM dapat menfasilitasi komunikasi dan kerjasama warga Klaten di rantau dengan Pemda untuk meningkatkan pembangunan Klaten
4. Seperti yang dituturkan oleh H. Djazuli bahwa Klaten punya modal dasar yang kuat yakni kerukunan antar umat beragama. Ini perlu dijaga, selanjutnya dapat ditingkatkan dalam bentuk kerjasama antar umat beragama dalam berpartisipasi dalam pembangunan Klaten.
5. Seperti yang dituturkan oleh Pak Gito bahwa Paguyuban Sido Tentrem (pedagang Oprokan pasar Klaten) pernah dijanjikan bantuan dana oleh Bupati pada tahun akhir tahun 2006. Tetapi sampai sekarang bantuan tersebut belum cair sehingga beliau tidak percaya lagi dengan Bupati. Fenomena ini perlu diantisipasi karena akan berdampak buruk bagi Klaten apabila warga sudah tidak percaya terhadap pimpinannya
6. Seperti yang dituturkan oleh Mas Otto Saksono bahwa banyak warga ( dalam hal ini diwakili peserta) berharap banyak pada PKM. PKM diharapkan dapat membangun Klaten khususnya memberikan bantuan kepada masing-masing organisasi peserta. Supaya tidak menanggung beban berat pada kemudian hari, PKM perlu menfokuskan diri apa yang mau dikerjakan (cat. Kadin Klaten menfokuskan diri dalam pengembangan UMKM)
7. Seperti yang dituturkan oleh Maria bahwa Karang Taruna Desa Trunuh telah mencoba mendorong good governance di desanya. Sebelum Pilkades terakhir aktivis Karang Taruna melakukan audiensi ke semua calon Kades untuk menanyakan misi dan visi dan kesanggupannya memimpin desa secara transparan dan bertanggung jawab. Walaupun langkah itu belum signifikan hasilnya tetapi Karang Taruna Desa Trunuh sudah mencoba melakukan terobosan pada lingkungannya sendiri dengan meningkatkan partisipasi politik generasi muda di desanya.

salam

conda

Leave a comment »

”Kampanye calon anggota legislatif cenderung bersifat pintas”

Solopos
Edisi : Selasa, 25 November 2008 , Hal.VII

Klaten (Espos) Model kampanye yang dilakukan para calon anggota legislatif (Caleg) saat ini cenderung bersifat pintas atau shortcut. Para Caleg sudah merasa bisa tanpa memahami tugas yang sebenarnya sebagai wakil rakyat.

Penilaian itu disampaikan Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eko S Tjiptadi, dalam acara Pelatihan Strategi Pemenangan Pemilu (Candidates School) bagi Caleg DPRD Klaten, Senin (24/11), di Klaten.

Eko menegaskan kampanye yang dilakukan secara pintas biasanya akan berusaha menyuap kesadaran masyarakat dengan membangun image sedemikian rupa sehingga masyarakat mau memilih Caleg yang bersangkutan. Bahkan, terkadang mereka sama sekali tidak memahami keadaan masyarakat daerah yang diwakili. Kondisi ini, kata dia, membutuhkan biaya politik yang tinggi. ”Akibatnya, mereka berusaha mencari investor untuk biaya itu sehingga muncullah politik balas budi, seperti meloloskan kepentingan proyek. Di sinilah potensi korupsi akan terjadi seandainya mereka benar-benar menjadi wakil rakyat,” tandas Eko.

Eko menyatakan seorang Caleg semestinya betul-betul merupakan orang-orang berkualitas, dedikatif, berjuang, bekerja dan menyatu dengan rakyat. Para Caleg juga dituntut memiliki kematangan, etika dan integritas.
Dalam kesempatan itu, Eko juga memaparkan modus-modus korupsi yang kerap dilakukan di daerah, di antaranya melakukan penyuapan, manipulasi proyek-proyek fisik, manipulasi ganti rugi rakyat, dan sebagainya. ”Padahal sebelum menjabat, mereka sudah disumpah untuk menjalankan tugas sesuai amanat yang diemban.”

Sementara itu Rainer Heufers, Kepala Perwakilan Friedrich Naumann Stiftung (FNS) Indonesia memaparkan mengenai strategi pemenangan Pemilu. Menurut Heufers, seorang Caleg harus memahami potensi diri dan lingkungan, termasuk pesaing-pesaingnya. ”Pesaing ini bisa dari internal partai maupun calon dari partai lain,” ujarnya.

Heufers menjelaskan ada tiga tipe pemilih dalam Pemilu, yakni pemilih setia (loyal voter), pemilih mengambang (swing voter) dan pemilih perdana. Untuk itu, lanjut dia, seorang Caleg harus menetapkan desain strategi dengan membuat peta kekuatan diri maupun potensi pemilih.

Heufers juga mengingatkan agar para Caleg dalam memberikan janji-janji yang realistis. ”Kalau ingin berkomitmen membantu wong cilik, jelaskan bagaimana caranya. Begitu pula kalau ingin pendidikan gratis, uangnya dari mana?” kata dia.

Rumusan tindak pidana korupsi (UU No 31/1999 jo UU No 20/2001)

Delik yang terkait dengan kerugian keuangan Negara Pasal 2(1); 3

Delik pemberian sesuatu/janji kepada pegawai negeri (penyuapan) Pasal 5(1) a,b; Pasal 13; Pasal, 5(2); Pasal 12 a,b; Pasal 11; Pasal 6(1) a,b;
Pasal 6(2); Pasal 12 c,d

Delik penggelapan dalam jabatan Pasal 8; 9; 10 a,b,c

Delik perbuatan pemerasan Pasal 12 huruf e,f,g

Delik perbuatan curang Pasal 7 (1) huruf a,b,c,d;
Pasal 7 (2); Pasal 12 huruf h

Delik benturan kepentingan dalam pengadaan Pasal 12 huruf i

Delik gratifikasi Pasal 12B jo Pasal 12C

Sumber: Deputi Pencegahan KPK – Oleh : ida

Leave a comment »

Money Politics masih Momok, Kuota Perempuan Sudah Kuno

Radar Solo Hal 1
Selasa, 25 November 2008
Boy Rohmanto, Klaten

Partai politik modern ternyata tidak menghalalkan segala cara untuk meraih tujuannya. Setidaknya, itu yang didapat para caleg Klaten dari legislator Jerman, kemarin.

Sekilas kegiatan Candidates School, atau sekolah para calon legislative (caleg), yang diikuti puluhan wakil dari partai politik di Klaten, kemarin (24/11), nampak biasa. Suasananya mirip seminar atau pelatihan biasa, ada peserta dan ada pemateri yang berbicara difaslitasi oleh moderator.

Namun, menjadi istimewa karena salah satu pemateri adalah politisi yang diatangkan langsung dari Jerman. Dia adalah Rainers Heufers, politisi dari Free Democratic Party (FDP), atau partai democrat liberal Jerman. Rainer memang diundang Paguyuban Klaten Madani dan Friedrich Naumann Stiftung (FNS), lembaga yang berafiliasi dengan FDP.

Dikunjungi politisi manca, para peserta pun tidak menyia-nyiakannya untuk studi banding gratis. Sebab para caleg menilai kondisi politik di Jerman sudah lebih mapan daripada Indonesia. “Iklim demokrasi di Jerman memang lebih dinamis. Makanya, agar Indonesia bisa seperti itu kita perlu belajar ke politisi di sana. Sebab, masih banyak yang harus diperbaiki di negeri ini, terutama masalah money politics, “ kata Ketua DPC Partai Demokrasi Pembangunan(PDP), Kawit Purwarto.

Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suwadi mengakui Jerman menjadi salah satu Negara yang berhasil dalam memberikan pendidikan politik kepada warganya,” darii contoh pengalaman itu, akan coba mulai saya terapkan di kampanye Pemilu 2009. Setelah sebelumnya saya gagal di pencalonan Pemilu 2004 lalu, jelasnya.

Berbeda lagi alas an yang disampaikan Menik Widyastuti, caleg dari Partai Pelopor ini, Niatnya ikut karena merasa telah menjadi korban sistema yang tidak sehat di salah satu partai terbesar di Indonesia. Itu yang membuatnya memutuskan untuk keluar dari partai tersebut dan pindah ke partai lain.

“Sebuah partai yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan akan ditinggalkan oleh kader yang telah berjuang lama. Di partai baru saya kan lebih menjalankan kebijakan partai, sesuai dengan aturan yang berlaku,”ujarnya.

Setelah mendapatkan meteri tentang strategi pemenangan Pemilu, dia merasa ada motivasi untuk meraih kursi di DPRD Klaten. Sebab, proses kampanye yang dijalankan selama ini telah banyak kesamaan dengan tahapan yang disampaikan pemateri. “Saya gunakan kesempatan ini sebagai ajang evaluasi bagi proses kampanye yang sudah berjalan. Agar ke depan dapat meraih suara secara maksimal,: kata wanita yang memelihara rambut panjang ini.

Reiner Heufers juga melihat maish banyak yang perlu diperbaiki di system politik Indonesia. Terutama, masalah money politics yang maish sering ditemukan,” kalau konstituen sudah dibiasakan dengan cara pragmatis semacam itu, pendidikan politik yang menjadi tugas partai semakin berat. Kalau di Jerman, setiap kasus money politics langsung dilaporkan ke aparat hokum. Di sini (Indonesia) belum sepenuhnya dilakukan,” jelasnya, yang menjadi pemateri program yang dihelat di 40 daerah di Indonesia.

Reiners juga melihat kuota 30 persen wanita dalam daftar caleg di Indonesia belum sepenuhnya berjalan. :Sedangkan di Jerman para wanita sudah jenuh untuk terjun ke dunia politik . Saya heran di Indonesia baru memulai,: jelas dia.

Selain materi strategi kampanye, caleg juga mendapat materi tentang delik-deelik korupsi. Pematerinya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). :Tujuanny, agar para caleg setelah menjadi wakil rakyat tidak mudah tergiur iming-iming uang. Sebab, kasus korupsi masih menjadi masalah penting untuk segera diselesaikan, kata Galata Conda Prihastanto, ketua panitia. (tej)

Leave a comment »

Caleg Khawatirkan Politik Uang

Koran JogloSemar hal 6
Selasa, 25 November 2008

Klaten (Joglosemar)
Persoalan money politics ( politik uang) masih menjadi kekhawatiran para calon legislatif (caleg), terutama bai mereka yang kurang mappan secara financial dalam ajang pemilihan umum (pemilu) legilsatig 2009 nanti.

Hal tersebut teruangkap dalam Pelatihan Strategi Kampanye yang diselenggarakan oleh Paguyuban Klaten Madani Klaten dan Friedrich Naumann Stiftung Indonesia di Rumah Makan Murah Meriah Klaten, Seni (24/11)

Salah seorang peserta, Safak, caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengungkapkan bahwa masyakakat di Indonesia cenderung bersifat pragmatis dalam Pemilu, artinya mereka mau memberikan suaranya dalam Pemilu namun mereka minta kompensasi atas suara yang diberikan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, resident representative dari Friedrich Naumann Stiftung, Rainer Heufers selaku pembicara mengungkapkan bahwa politik uang ini merupakan masalah besar yang terjadi dalam perpolitikan di Indonesia , “ Money politics is a huge problem (politik uang merupakan persoalan besar,”katanya.

Hampir mustahil, lanjut dia, untuk membabat habis money politics. Kendati demikian, ada beberapa cara untuk menyingkirkan praktik politik uang dalam Pemilu, antara lain semua partai melakukan persaingan terbuka sehingga diharapakan politik uang berkurang sebab masing-masing partai mengawasi partai lainnya.

Apabila caleg menemukan masih terjadi politik uang, Rainers menyarankan agar caleg menjadikan hal tersebut sebagai bukti untuk dibawa ke pengadilan. Seperti yang terjadi pada pemilihan kepala daerah (pilkada) jawa timur, pasangan yang merasa dicurangi membawa permaasalahan tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

Dalam penjelasan ini lain, pria yang sudah setahun tinggal di Indonesia ini menyatakan caleg yang datang ke TPS mempunyai kesempatan memang lebih besar jika dibandingkan dengan caleg yang tidka mengunjungi TPS daerah pemilihannya. (ara)

Leave a comment »

Jangan Abaikan Pemilih Loyal

Kompas Rabu, 26 November 2008 | 00:42 WIB hal 5

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/26/0042467/jangan.abaikan.pemilih.loyal

Klaten, Kompas – Persyaratan calon anggota legislatif atau caleg terpilih meraih minimal 30 persen suara tidaklah cukup. Caleg harus terus membangun basis pemilihnya dan membuat menjadi pemilih loyal. Namun, kalau pemilih sudah loyal, caleg tidak boleh mengabaikan mereka.
Demikian dikatakan Rainer Heufers, Kepala Perwakilan Friedrich Naumann Stiftung (FNS), lembaga nirlaba yang berkonsentrasi pada peningkatan kualitas demokrasi, Senin (24/11), dalam Sekolah Kandidat bagi calon anggota DPRD Kabupaten Klaten (Jawa Tengah) di Klaten.
Rainer mengingatkan kecenderungan peningkatan swing voter, pemilih yang berubah pilihan politiknya atau yang semula mendukung partai politik tertentu kini belum menentukan pilihan. ”Caleg harus tahu sumber dayanya yang bukan tidak terbatas,” ujarnya. Namun, pemilih yang loyal harus diperhatikan, sambil menambah pemilih baru, sehingga tidak beralih ke partai lain atau belum menentukan pilihan.
Suara lain yang bisa digali oleh caleg, lanjut Rainer, adalah dari pemilih pemula. Jumlah pemilih pemula pada Pemilu 2009 relatif besar. Namun, untuk mendekati pemilih pemula tidak bisa dengan mengandalkan orasi atau pidato, melainkan dengan karya nyata.
Sekolah Kandidat itu diadakan FNS dan Paguyuban Klaten Madani (PKM), berlangsung hingga Selasa (25/11). Pada kegiatan itu terungkap pula, caleg tidak boleh mengandalkan uang untuk meraih suara. Uang tak menjamin suara pemilih diberikan kepada caleg yang memberikan dana itu.
Seorang peserta Sekolah Kandidat, Ifyanto, mengakui sebenarnya dirinya juga tak ingin menggelontorkan dana untuk meraih dukungan. Namun, calon pemilih sering kali memintanya. (tra)
cat. berita ini jg dpt diakses di

http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/22325016/jangan.abaikan.pemilih.loyal

Leave a comment »

Waluyo “Pencegahan Korupsi”

Kompas “Nama dan Peristiwa” hal 32
Senin, 24 November 2008 | 03:00 WIB

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/24/01550914/pencegahan.korupsi

Walau tak lagi menjadi Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Waluyo (53) tetap peduli pada upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih. Ia memulainya dengan menggelar pelatihan agar anggota DPRD hasil Pemilu 2009 tak lagi terjerat korupsi, seperti pada masa lalu.
”Kami tak ingin hal itu terjadi lagi,” kata Waluyo yang kini menjadi Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Pertamina, pekan lalu di Jakarta.
Pencegahan korupsi itu dimulai dari kampung halamannya, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Sebagai Ketua Umum Paguyuban Klaten Madani, yang beranggotakan warga Klaten di perantauan, didukung Friedrich Naumann Stiftung (FNS) Indonesia, dia menggelar ”sekolah kandidat” bagi calon anggota DPRD Klaten, 24-25 November 2008. Kegiatan itu diikuti calon wakil rakyat dari semua parpol di Klaten.
”Saya tidak bicara ideologi. Tetapi fungsi perwakilan rakyat dari DPRD harus diperkuat. Masyarakat harus mengawasi sehingga anggota DPRD tidak korupsi lagi,” katanya.
Untuk menyebarkan ”virus” antikorupsi, ia memulai dari dirinya. Ketika reporter sebuah stasiun televisi meminta bertemu di kantor untuk wawancara soal Klaten, ia menjawab, ”Jangan di kantor jika tak ada kaitannya dengan Pertamina. Untuk urusan Klaten, di rumah saja.” (TRA)

Comments (1) »

Pelatihan Kampanye untuk Caleg Klaten

Kompas Dot Com

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/11/19/16374381/pelatihan.kampanye.untuk.caleg.klaten

Rabu, 19 November 2008 | 16:37 WIB

JAKARTA, RABU – Paguyuban Klaten Madani menggelar acara politik yang unik. Palatihan Strategi Kampanye untuk Calon Legislatif DPRD Klaten. Begitu tajuk acara yang akan digelar 24-25 November di Restoran Murah Meriah Klaten.

Galata Conda Prihastanto, Ketua Panitia Penyelenggara, di Jakarta kepada wartawan mengatakan pelatihan semacam itu sangat diperlukan. “Ini mengingat Klaten yang selama ini anggota DPRD-nya relatif bersih, harus dijaga, sehingga tidak seperti daerah lain yang banyak berurusan dengan polisi karena terjebak korupsi,” kata Galata Conda, Rabu siang.

Ketua Umum Paguyuban Klaten Madani, yang juga Direktur Umum dan SDM Pertamina menjelaskan pendampingan bukan hanya pada awal para caleg maju dalam Pemilu. “Tetapi untuk selanjutnya kami akan mendampingi, mengingatkan mereka. Yang perlu terus menerus diingatkan adalah fungsi perwakilan, mereka adalah wakil rakyat, wakil kita semua,” kata Waluyo.

Pelatihan, kata Conda, diharapkan akan diikuti seluruh wakil Parpol yang maju dalam Pemilu Legislatif. “Hingga siang ini, sudah ada 9 parpol di Klaten yang menyatakan ikut dalam program ini,” katanya.

Sekarang, kata Conda, politisi tidk bisa lagi bergantung pada satu pengusasa, melainkan lebih bergantung pada konstituen dan partai politiknya. “Oleh karena itu, menjadi dan bekerja sebagai politisi bukanlah persoalan mudah lagi saat ini dan di masa mendatang,” katanya.

Leave a comment »

Pelatihan Caleg DPRD Klaten

Investor Daily
20 November 2008 Hal 8

Jakarta, – Sebelum lolos ke gedung legislatif, calon anggota dewan harus memahami tugas dan perannya. Perjuangan politik selama kampanye hingga pemilihan tidak akan bermanfaat bila sang calon buta akan fungsinya.
Calon anggota legislatif (caleg) meski memahami hal tersebut. Jika tidak, peran yang dijalani selama menjadi anggota dewan akan berat sebelah atau tidak seimbang. Dari tiga fungsi anggota dewan, yakni fungsi perwakilan/pengawasan, legislasi, dan anggaran, hanya satu yang akan optima, sedangkan yang lain jalan di tempat.
Berkaca dari kekhawatiran itu, komunitas masyarakat Klaten, Jawa Tengah, yang berpayung dibawah organisasi Paguyuban Klaten Madani, mengelar “Pelatihan Strategi Kampanye untuk Caleg DPRD Klaten”. Pelatihan yang akan dilaksanakan pada 24-25 November, di Klaten itu diharapkan diikuti seluruh parpol.” Sampai hari ini (kemarin, Rabu 19/11) sudah sembilan parpol memastikan ikut,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Galata Conda Prihastanto, kepada wartawan di Jakarta, Rabu ( 19/11). Kesembilan partai itu adalah PKPI, PPD, PDP, Gerindra, PKB, Partai Pelopor, Partai Karya Pembangunan, Partai Demokrat, dan PAN.
Pelatihan untuk caleg DPRD Klaten, kata Conda, bukan tanpa alasan” Salah satunya selama ini anggota DPRD-nya relatif bersih, harus dijaga, sehingga tidak seperti daerah lain yang banyak berurusan dengan polisi karena terjebak korupsi,” jelas dia.
Ketua Umum Paguyuban Klaten Madani Waluyo menambahkan , pelatihan dilakukan agar caleg memahami tugas dan perannya sebelum bekerja sebagai wakil rakyat. ” Ada kecenderungan fungsi perwakilan dan legislasi di daerah masih lemah”. Berbeda dengan fungsi anggaran yang cenderung kuat. Diharapkan pelatihan membuka pemahaman caleg mengenai keseimbangan ketiga fungsi tersebut”, ujar dia. (pam)

Leave a comment »

Peningkatan Kapasitas Calon Anggota DPRD Klaten

Kompas Jateng halaman B

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/20/11121883/campur.sari

Ketua Umum Paguyuban Klaten Madani (PKM) Waluyo mengakui, fungsi anggota DPRD sebagai wakil rakyat masih lemah. Anggota DPRD pun masih terjebak pada perilaku yang korup, sehingga pada periode lalu banyak anggota DPRD yang menjadi tersangka kasus korupsi dan ditahan. Untuk menghindari kejadian serupa, PKM bersama Friedrich Naumann Stiftung (FNS) akan mengelar peningkatan kapasitas calon anggota DPRD Kabupaten Klaten pada 24-25 November 2008 di Klaten. Kegiatan ini akan diikuti wakil dari calon anggota DPRD dari 32 partai politik. (TRA)

Leave a comment »